Selasa, 09 Oktober 2012

Makalah Mengingat "Psikologi dalam keperawatan"


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pernahkah Anda melupakan nama perempuan atau laki-laki yang menjadi first love anda? Pernahkah anda lupa nama gugusan dan bintang-bintang terkenal dalam ilmu astronomi yang berjumlah 88 buah, seperti Adromeda, Antila, Apus, Aquarius, Aquila, Ara, Argo Navis, Aries, Auriga, Bootes, Caelum, Camelopardis, Cancer, Canes Venatici, Canis Mayor, Canis Minor, Capricornus, Carina, Cassiopeai, Centaurus, Cepheus, Cetus, Chamaeleon, Circinus, Columba, dan lain-lain?
Saya yakin Anda menjawab pertanyaan saya yang pertama dengan jawaban, “tidak”. Sampai mempunyai anak empat, bahkan mempunyai cucu pun, Anda tidak akan lupa. Mengeja namanya lancar dan tidak ada yang terlewat. Bahkan, alamat rumah dan nomor teleponnya, walaupun tidak pernah dicatat, masih Anda ingat. Bagaimana dengan pertanyaan yang kedua? Tampaknya, Anda dengan saya tidak berbeda. Jawaban yang diberikan “lupa semua”. Saya dapat menuliskan sebagian nama gugusan bintang itu karena saya melihat kedalam buku astronomi.
Muncul lagi pertanyaan? Mengapa kalau kepada pacar pertama Anda tidak lupa, sedangkan kepada nama-nama gugus-gugus dan bintang, hampir tidak ada satu pun yang teringat? Apakah otakatau memori Anda yang dipaki mengingat “Si Dia” berbeda dengan otak atau memori yang yang dipakai mengingat gugus dan bintang-bintang? Atau kepala  yang Anda pakai berbeda? Tentu tidak, kan? Tampaknya, keterlibatan emosi berpengaruh dalam proses mengingat. Mudah-mudahan, jawabannya yang lebih lengkap dapat kita temukan nanti. Sebelum lebih jauh lagi berbicara tentang penyebab terjadinya hal seperti itu pada ingatan, saya akan terlebih dahulu mendefinisikan tentang ingatan.

B.     Rumusan Masalah
Agar Pembahasan dari makalah ini tidak melebar dan pembahasannya tetap berkonsentrasi pada satu bahan judul maka kami dari pemakalah perlu menetapkan rumusan masalah yang akan di bahas :
1.      Pengertian Ingatan
2.      Meningkatkan Ingatan
3.      Prinsip Dasar Dalam Meningat
4.      Strategi Mengingat Informasi Yang Penting
5.      Mempertahankan Dan Memperkuat Ingatan
6.      Pengaruh Obat, Alkohol, Nikotin, Dan Teknologi Terhadap Ingatan
7.      Strategi Meningkatkan Ingatan
8.      Lupa

C.    Tujuan Penulisan
1.      Mampu memahami tentang pengertian ingatan
2.      Mampu memahami tentang cara meningkatkan ingatan
3.      Mampu memahami tentang prinsip dasar dalam mengingat
4.      Mampu memahami tentang strategi mengingat informasi yang penting
5.      Mampu memahami tentang cara mempertahankan dan memperkuat ingatan
6.      Mampu memahami tentang pengaruh obat, alkohol, nikotin, dan teknologi terhadap ingatan
7.      Mampu memahami tentang strategi meningkatkan ingatan
8.      Mampu memahami tentang lupa

D.    Manfaat  Penulisan
1.      Mahasiswa Mampu memahami tentang pengertian ingatan
2.      Mahasiswa Mampu memahami tentang cara meningkatkan ingatan
3.      Mahasiswa Mampu memahami tentang prinsip dasar dalam mengingat
4.      Mahasiswa Mampu memahami tentang strategi mengingat informasi yang penting
5.      Mahasiswa Mampu memahami tentang cara mempertahankan dan memperkuat ingatan
6.      Mahasiswa Mampu memahami tentang pengaruh obat, alkohol, nikotin, dan teknologi terhadap ingatan
7.      Mahasiswa Mampu memahami tentang strategi meningkatkan ingatan
8.      Mahasiswa Mampu memahami tentang lupa
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian
Menurut Eric Jensen dan Keren Markowitz (2003:21), ingatan merupakan suatu proses biologi, yakni informasi diberi kode dan dipanggil kembali. Pada dasarnya, menurut Jensen, ingatan adalah sesuatu yang membentuk jati diri manusia dan membedakan manusia dari mahluk lain. Ingatan memberi manusia titik-titik rujukan pada masa lalu dan perkiraan pada masa depan.

B.     Jenis-jenis ingatan
Secara Sederhana, Ingatan dapat dikelompokkan menurut waktu dan lamanya ingatan disimpan. Ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang adalah pengelompokan paling sederhana berdasarkan waktu penyimpanan. Kemudian, lamanya penyimpanan dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu ingatan persepsi langsung dan ingatan aktif.
Ingatan persepsi langsung disimpan selama kurang dari satu detik. Misalnya, untuk menginterprestasikan serangkaian gambar seperti gambar-gambar yang bergerak, atau serangkaian kata hingga kata tersebut ditulis atau diketik. Ingatan aktif, nama lain untuk ingatan jangka pendek, berlangsung cukup lama. Contohnya anda melihat nomor telpon lalu anda memijit nomor telpon yang baru saja dilihat.
Ingatan jangka pendek dapat menyimpan suatu informasi sampai dua puluh detik atau bisa juga lebih dari dua puluh detik, apabila informasi tersebut diberi tanda khusus atau diulang-ulang. Misalnya, lokasi tempat anda memarkir mobil dapat disimpan dalam ingatan jangka pendek lebih lama dari waktu standar. Ingatan pada tempat parkir mobil anda ini akan tersimpan dalam ingatan jangka pendek lebih lama dalam ingatan jangka pendek dengan waktu lebih lama dari waktu standar, apabila anda mengamati tanda-tanda alam yang ada disekitar mobil tersebut dan kemudian memakai informasi itu saat menampilkan kembali ingatgan tentang lokasi parkir.
Informasi yang dikodekan sebagai ingatan jangka panjang dapat bertahan sampai seumur hidup. Seorang nenek yang telah berusia 90 tahun masih mengingat dengan jelas saat-saat pertama dia berjumpa dengan suaminya. Seolah-olah kejadian tersebut berlangsung kemarin. Ingatan si nenek ini menunjukkan betapa panjang ingatan yang dimiliki olehnya.
Menurut pengodean dan bagaimana ingatan tersebut dipanggil, jenis ingatan dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu ingatan eksplisit dan ingatan implisit. Ingatan eksplisit adalah ingatan yang diperoleh melalui suatu maksud dan tertentu. Ingatan eksplisit disebut juga ingatan deklaratif. Sedangkan ingatan implisit adalah ingatan yang dicapai secara organis atau secara otomatis. Ingatan implisit disebut juga ingatan nondeklaratif.
a.       Ingatan implisit dibagi menjadi empat bagian yaitu:
1.      Ingatan prosedural
Ingatan prosedural adalah ingatan yang disimpan setelah melakukan kegiatan atau keahlian yang dipelajari.
2.      Ingatan refleksif
Ingatan refleksif adalah ingatan mendasar yang membuat manusia dapat bertahan hidup.
3.      Ingatan indrawi
Pengondisian indrawi terkait dengan jalur perjalanan ingatan menuju otak melalui alur indrawi. Misalnya, ingatan yang ditangkap oleh mata akan di simpan sebagai gambaran nyata dalam bagian otak yang disebut korteks visual.
4.      Ingatan emosional
Ingatan emosional terkait dengan semua informasi yang disimpan di dalam otak sebagai akibat stimulasi indrawi yang sangat kuat. Mulai dari rasa takut sampai gembira.

b.      Ingatan eksplisit dibagi menjadi dua, yaitu:
1.      Ingatan semantik
Ingatan semantik merupakan sistem penampilan ingatan yang paling lemah, yaitu yang baru diproses.
2.      Ingatan episodik
Ingatan episodik dipicu oleh tempat dan lingkungan. Nama lain untuk menyebut ingatan episodik adalah ingatan autobiografi. Dengan menggunakan konteks suatu peristiwa sebagai pemicu, anda dapat mengaktifkan kembali ingatan tersebut.

C.    Proses Pembentukan Ingatan
Imam Al-Ghazali menggambarkan tubuh manusia ibarat sebuah kerajaan. Mata, telinga, hidung, mulut dan lidah adalah para inteligen yang mencari berita. Ketika memperoleh berita, mereka langsung menyampaikannya ke otak.
Al-Ghazali mengumpamakan otak dengan perdana menteri yang bertugas mengolah informasi yang dibawa oleh para informan. Sang perdana menteri ini memiliki sistem yang dirancangnya untuk menjaga informasi itu. Sistem penjagaan informasi itu dinamai oleh Al-Ghazali dengan daya simpan (hafazhah). Setelah diolah sedemikian rupa, informasi itu akan disampaikan kepada hati. Al-Ghazali mengumpamakan hati sebagai raja yang akan mengambil keputusan terhadap informasi itu.

D.    Proses Pengodean Ingatan
Ada dua unsur yang sangat penting dalam pembentukan ingatan, yaitu pengodean dan penyimpanan. Pengodean dan penyimpanan merupakan tahap awal dalam pembentukan ingatan. Keduanya sangat erat dengan unsur ingatan yang ketiga, yaitu pemanggilan kembali. Apabila proses-proses pengodean dan penyimpanan ingatan rusak pemanggilan kembali ingatan tersebut akan mengalami kesulitan.
Ingatan disimpan dalam bentuk jaring-jaring di seluruh bagian otak sesuai dengan pengodenya. Kita bisa meningkatkan ingatan, apabila secara sadar, kita memberi kode pada informasi yang ingin kita ingat. Pemberian kode ini merupakan strategi untuk meningkatkan daya ingat.

E.     Meningkatkan Ingatan
Otak manusia menerima dan memproses sejumlah besar informasi yang indrawi yang dipicu oleh kira-kira 100 juta neuron yang memiliki kapasitas untuk membuat triliunan sambungan antarsel. Neuron adalah tipe sel otak. Ada dua tipe sel otak. Pertama adalah neuron, sedangkan tipe kedua adalah glial.
Sambungan antarsel tersebut difasilitasi oleh neurotransmiter, yaitu molekul yang bertindak sebagai pembawa pesan antarsel. Keseimbangan sekitar 50 jenis neurotransmiter merupakan kunci fungsi mental optimal. Sebaliknya, kekurangan neurotransmiter dapat menyebabkan gangguan perilaku, mood, dan ingatan. Para neuroendocrinolog menyatakan bahwa keseimbangan kimiawi tubuh penting untuk ingatan. Triliunan sambungan antarsel yangsaling berhubungan mengaktifkan pembelajaran, kesadaran, kecerdasan, dan ingatan kita.

F.     Prinsip Dasar Dalam Mengingat
Eric Jensen dan Karen Markowitz menyebutkan beberapa prinsip dasar dalam mengingat.
a.       Keterkaitan Pribadi
b.      Konsentrasi
c.       Persepsi multi-indrawi
d.      Kondisi ketergantungan
e.       Mnemonik
f.       Suasana Hati atau Sikap
g.      Organisasi Mental
h.      Hipermnesia

G.    Strategi Mengingat Informasi yang Penting
a.       Keyakinan Positif
           Anda harus yakin bahwa Anda dapat mengingat apapun yang diinginkan. Dengan keyakinan tersebut, tubuh Anda akan relaks dan mampu mengarahkan seluruh energi untuk melakukan tugas yang dihadapi. Sikap positif ini akan menular pada setiap aspek. Sikap positif akan mengubah susunan senyawa kimia otak. Sikap ini juga akan merangrang produksi dopamin, neurotransmiter otak yang menimbulkan rasa senang. Dopamin yang dirangsang ini akan memengaruhi sistem saraf dan kardiovaskuler, tingkat metabolisme, dan suhu tubuh. Ia pun berperan dalam mengontrol tubuh. Selanjutnya sikap positif membantu produksi neurotransmiter. Selain dopamin, yaitu noradrenalin. Noradrenalin memberikan energi kepada Anda untuk bertindak sesuai motivasi.
b.      Pengamatan yang Cermat
           Sebagian informasi yang masuk ke otak kita adalah informasi dibawah sadar (Jensen dan Markowitz, 2003). Menurut Emanual Donchin, sekitar 99% informasi yang kita proses termasuk informasi dibawah sadar. Agar terhindar dari serangan informasi-informasi yang tidak berguna, otak manusia mempunyai kemampuan belajar memperhatikan secara sadar informasi yang dianggap penting. Artinya, saat sesuatu mengancam kelangsungan Anda, Anda benar-benar menaruh perhatian.
c.       Pertimbangkan Konteks
           Termasuk elemen penting untuk merekam sebuah ingatan adalah mempertimbangkan konteks. Mempertimbangkan konteks hampir sama dengan mengingat sambil praktik. Biasanya, apabila kita akan mempraktikkan sesuatu yang bersifat teoretis, kita akan melihat dahulu gambaran besarnya.
d.      Prinsip AAT
           AAT adalah singkatan dari awal, akhir, dan tengah. Biasanya, sebuah informasi diingat dalam urutan awal, akhir, dan tengah. Yang paling mudah diingat adalah yang kita temui diawal, kemudian diakhir, dan yang terakhir diingat adalah  yang ada ditengah. Menurut Eric Jensen, faktor kebaruan yang inheren di awal informasi dan pelepasan emosi yang dirasakan pada saat akhir merangsang perubahan senyawa kimiawi diotak.
e.       Berupaya Untuk Aktif
           Belajar menghapal aktif paling cocok diterapkan dalam sebuah pelatihan. Biasanya, dalam pelatihan sangat banyak cara kreatif yang dilakukan oleh para narasumber agar informasi yang mereka sampaikan mudah diingat oleh para peserta.
f.       Kelompokkan
           Subjek yang kompleks atau unit informasi yang panjang akan lebih mudah dipahami dan diingat apabila data dikelompokkan dalam segmen-segmen yang lebih kecil dan mudah diatur.
g.      Libatkan Emosi
           Apabila emosi Anda terlibat dalam pengingatan sebuah informasi, ia akan lebih tercetak dalam ingatan anda. Kegembiraan, humor, ketegangan, ketakutan, kejutan atau emosi lainnya akan merangsang produksi adrenalin, yang juga mengaktifkan amigdala. Adrenalin adalah zat yang dilepaskan kelenjar adrenal kedalam darah sebagi respon bahaya. Saat mencapai hati, adrenalin merangsang produksi glukosa untuk energi gerak cepat. Adapun, amigdala adalah bagian otak yang berbentuk almond, ia terletak disistem limbik atau otak bagian tengah. Bagian otak ini bertugas memproses rangsangan indra. Adapun fungsi utamanya adalah membawa input emosional kedalam ingatan.

h.      Mempertahankan dan Memperkuat Ingatan
           Adapun beberapa cara agar kita dapat Mempertahankan dan Memperkuat Ingatan, diantaranya adalah :
1.      Tidur yang Cukup
2.      Buat Intreval Pembelajaran
3.      Buatlah menjadi penting
4.      Gunakanlah
5.      Dalam Wadah Keras
6.      Buat Sebuah Kebiasaan
i.        Pengaruh Obat, Alkohol, Nikotin, dan Teknologi terhadap Ingatan
           Setiap zat yang masuk ke tubuh Anda berdampak pada otak Anda. Meskipun otak memiliki elemen pelindung yang disebut blood-brain barrier atau lapisan darah pelindung otak, mekanisme penyaringan ini tidak kebal terhadap kerusakan. Secara umum, tubuh dapat mengatari level racun sedang. Namun, jika harus melakukannya secara terus menerus, perlindungan ini tidak akan optimal (Markowitz dan Jensen, 2003).
           Ketika mendapat terlalu banyak racun, tubuh tidak dapat menghilangkan semua racun. Sistem kekebalan terancam. Kondisi ini yang disebut sebagai kondisi sakit menghilangkan perasaan sehat Anda. Pada saat itu, Anda memang sakit. Obat, alkohol, dan nikotin dari rokok bisa jadi racun bagi tubuh Anda.
j.        Strategi Meningkatkan Ingatan
            Adapun dalam cara meningkatkan Ingatan antara lain sebagai berikut ;
1.      Lakukan Teknik relaksasi secara Teratur
2.      Dengarkan Musik klasik
3.      Manfaatkan Kekuatan Bercerita
4.      Gunakan Strategi Mnemonik Setiap Hari
5.      Tulislah Apa yang Ingin Anda Ingat Secara Detail
6.      Tatalah Pikiran Anda
7.      Gunakan Gerakan Untuk Melibatkan Sistem Tubuh/Pikiran
8.      Pertahankan Pola Kesehatan yang Bagus
9.      Jika Ingatan Meninggalkan Anda, Kejarlah!
10.  Gunakan Strategi Menghubungkan
11.  Tantang Diri Anda
12.  Cukup Tidur
13.  Suplemen Multivitamin
14.  Makan Secukupnya, Kurangi Lemak, dan Minum Banyak Air
15.  Pertimbangkan Mengkomsumsi Suplemen Ingatan
16.  Biarkan Diri Anda Terimbas Stimulus Baru
17.  Libatkan Emosi Anda
18.  Kelompokkan Informasi
19.  Gunakan Rima, Akronim Akrostik
20.  Manfaatkan Sifat Ingatan yang Bergantung pada Suasana
21.  Gunakan Gaya Ingatan yang Anda Lebih Sukai.
22.  Berinteraksilah  dengan Materi untuk Memperkaya Makna
23.  Kembangkan Ketajaman Indra
24.  Kembangkan Sikap Mental Positif
25.  Praktikkan Tindakan Seketika
26.  Lakukan Pengulangan Internal
27.  Beri otak anda Segumpal Glukosa
28.  Lakukan Olah Raga Teratur
29.  Hindari Obat Penenang dan Zat yang menimbulkan Kantuk
30.  Ingat Prinsip ATT
31.  Sadari Ritme Ultradian Anda
32.  Gunakan Strategi Berpikir Seluruh Otak
33.  Gunakan Imajinasi
34.  Beri Waktu Istirahat Bagi Otak

H.    Lupa
Pernah mendengar kelakar orang sunda, “hase ingatan gampang poho (sulit mengingat, gampang lupa)”. Kelakar ini bisa terdengar di kalangan bapak-bapakyang sudah tua, namun mereka rajin belajar mengaji. Lupa pada pelajaran yang di berikan oleh ustad adalah fenomena umum yang melanda orang-orang sepuh yang masih mempunyai semangat belajar. Akan tetapi, apakah lupa merupakanfenomena umum yang terkait dengan keadaan biologis ? pertanyaan ini merupakan jawaban.
Karen markowits dan Erick jasen menyebutkan bahwa mengingat lalu melupakan adalah suatu fenomena umum. Ia merupakan suatu pengendalian biologis yang membantu kita mempertahankan keseimbangan dalam dunia yang di penuhi oleh rangsangan sensor. Oleh karena itu, melupakan sesuatu bukanlah hal yang buruk. Ia hanya membedakan antara informasi yang penting dan tidak penting. Melupakan menjadi sesuatu yang tidak menguntunkan jika informasi tersebut sangat kita inginkan dan butuhkan.
Ada beberapa factor yang menyebabkan kita melupakan sesuatu atau beberapa informasi.
1.      Tidak Penting
Alasan paling umum mengapa suatu informasi dilupakan adalah kerana informasi itu tidak penting. Lain halnya papabila suatu informasi sangat penting. Apa yang dimaksud sangat penting di sini? Maksud penting dalam dunia ingatan adalah seberapa besar suatu informasi menarik minat.
Jadi, jika suatu informasi tidak dianggap penting, ia tidak akan disimpang dalam ingatan jangka panjang. Ia hanya tersimpang dalam ingatn jangka pendek.
2.      Gangguan
Faktor  kedua yang membuat suatu informasi terlupakan adalah gangguan. Gangguan di sini adalah rangsangan yang lain muncul bersamaaan dengan tahap pemrosesan ingatan. Upaya menampilkan kembali ingatan akan mengalami kegagalan apabila terjadi gangguan.
Menurut Erick Jansen dan Keren Markowits, kemunkinan besar gangguan juga bisa menimbulakan fenomena di ujung lidah. Anda hamper mengingat sesuatu. Namun, untuk sementara, ingatan tersebut tidak dapat di akses. Biasanya fenomena lidah ini terjadi ketika anda merasa mengetahui sesuatu, tetapi anda tidak bisa mengingatnya. Istilah yang terkenal untuk keadan ini adalah fenomena di ujung lidah.
3.      Kerusakan
Kerusakan pada engram atau hubungan saraf yang terjadi saat suatu kejadian direkan dalam pikiran merupakan  penyebab orang menjadi lupa. Kerusakan engram ini adalah akibat ingatan tidak pernah di latih.
Ada cara untuk melatih ingatan. Menurut Markowits, ada cara yang sangat sederhana. Caranya adalah cukup melihat-lihat foto-foto lama, membuka kembali buku cerita, menghadiri acara reuni, mendengarkan lagu, atau membayangkan suatu pemandangan dalam pikiran anda.
4.      Tekanan
Ingatan yang ditekan yaitu ketika ingatan didorong kadalam bawah sadar, adalah semacam mekanisme pertahanan buil-in yang membantu seseorang menghadapi trauma emosional. Teori ingatan yang di tekan, pertama kali diperkenalkan oleh Sigmund Freud. Teori ini menjelaskan mengapa seseorang hanya mengingat sedikit tentang suatu kejadian yang sangat menekan atau menimbulkan trauma yang sangat dalam yang terjadi pada sesuatu masa dalam kehidupannya. Tekanan ini sangat melemahkan ingatan.
Sebab ingatan merupakan sesuatu yang dapat disesuaikan, dipengaruhi, dipalsukan atau dipanggil secara tidak tepat. Hal seperti ini sering menyilitkan, terutama jika terjadi dalam suatu persidangan ketika hakim bersandar pada ingatan seorang saksi untuk suatu kejadian yang terjadi bertahun-tahun yang telah lampau.
5.      Stress
Kinerja ingatan  akan mencapai titik puncak, jika berada dalam  tingkat stres yang memadai ( Markowitz dan Jasen, 2003 ). Sebaliknya , kinerja ingatan akan menurun , jika stress menjadi berlebihan atau kronis. Salah satu aspek penting dalam mengingat sesuatu adalah perhatian dan focus. Konsentrasi anda saat bahagia berbeda keadaanya dengan konsentrasi anda saat cemas. Dalam keadaan cemas, besar kemungkinan anda berbuat kesalahan, melupakan sesuatu, atau merasa bingung.
Dalam tingkat psikiologi tertentu, strees memicu dikeluarkanya sejenis hormone yang disebut kortisol. Kortisol adalah sejenis kortikosteroid yang diproduksi kelenjar adrenal dan dilepaskan sebagai respon terhadap stress. Kortisol membantu metablisme glukosa, protein, dan lemak serta mengatur system kekebalan. Kortisol membrei tambahan energy pada tubuh anda. Namun , setelah beberapa waktuia dapat mengurangi ketepatan ingatan.
BAB III
SIMPULAN DAN SARAN

A.    SIMPULAN
Menurut Eric Jensen dan Keren Markowitz (2003:21), ingatan merupakan suatu proses biologi, yakni informasi diberi kode dan dipanggil kembali. Pada dasarnya, menurut Jensen, ingatan adalah sesuatu yang membentuk jati diri manusia dan membedakan manusia dari mahluk lain.
Jenis ingatan dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu ingatan eksplisit dan ingatan implisit. Ingatan eksplisit adalah ingatan yang diperoleh melalui suatu maksud dan tertentu. Ingatan eksplisit disebut juga ingatan deklaratif. Sedangkan ingatan implisit adalah ingatan yang dicapai secara organis atau secara otomatis.
Beberapa prinsip dasar dalam mengingat menurut Eric Jensen dan Karen Markowitz :
a.       Keterkaitan Pribadi
b.      Konsentrasi
c.       Persepsi multi-indrawi
d.      Kondisi ketergantungan
e.       Mnemonik
f.       Suasana Hati atau Sikap
g.      Organisasi Mental
h.      Hipermnesia
Strategi Mengingat Informasi yang Penting :
a.       Keyakinan Positif
b.      Pengamatan yang Cermat
c.       Pertimbangkan Konteks
d.      Prinsip AAT
e.       Berupaya Untuk Aktif
f.       Kelompokkan
g.      Libatkan Emosi

B.     SARAN
Penulis menyarankan kepada para pembaca bahwa saya dari penulis menerima dengan lapang dada segala kritikan dan saran yang bersifat membangun demi sempurnanya makalah ini
Dan menyarankan kepada para pembaca hendaknya tidak hanya mengambil satu reperensi dari makalah ini saja dikarenakan saya dari penulis menyadari bahwa makalah ini hanya mengambil reperensi dari beberapa sumber saja.
Apabila terdapat suatu hal yang menyingung ataupun kesalahan nama, saya pribadi minta maaf sedalam dalamnya, karnah tidak ada manusia yang sempurnah di dunia ini kecuali Tuhan Yang Maha Esa.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar