Rabu, 12 Juni 2013

Penegahan Tersier

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
1.      Oerdjono Soekanto (1982)
Masyarakat atau komunitas adalah menunjuk pada bagian masyarakat bertempat tinggal disuatu wilayah (dalam arit geografi dengan batas-batas) tertentu, dimana yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar dari anggota-anggotanya, dibandingkan dengan penduduk diluar batas wilayahnya.
2.      Linton (1936)
Masyarakat merupakan sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga dapat mengorganisasikan diri dan berpikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu.
Ciri-Ciri Masyarakat.
a.       Interaksi diantara sesama anggota
b.      Menempati wilayah dengan batas-batas
c.       Saling tergantung satu sama lain
d.      Memiliki adat istiadat tertentu / kebudayaan
e.        identitas bersama.
Pada Keperawatan Keluarga dimana kita menggunakan 3 tingkatan pencegahan yaitu :
a.       Primer
b.      Sekunder
c.       Tersier
Pada pembahasan Kali ini, makalah saya lebih berfokus pada tingkat pengcegahan Tersier dimana termasuk kedalam Konsep pencegahan (preventif).
Dalam terminologi populer, pencegahan berarti menghindari suatu kejadian sebelum terjadi.

B.     Rumusan Masalah
Agar Pembahasan dari makalah ini tidak melebar dan pembahasannya tetap berkonsentrasi pada satu bahan judul maka kami dari pemakalah perlu menetapkan rumusan masalah yang akan di bahas :
1.      Definisi Pencegahan tersier
2.      Contoh pencegahan tersier dalam keperawatan keluarga
3.      Hubungan Pencegahan tersier dalam keperawatan keluarga

C.     Tujuan Penulisan
1.      Mampu memahami tentang Definisi Pencegahan tersier
2.      Mampu memahami Contoh pencegahan tersier dalam keperawatan keluarga
3.      Mampu Memahami tentang Hubungan Pencegahan tersier dalam keperawatan keluarga


D.    Manfaat  Penulisan
1.      Mahasiswa Mampu memahami tentang Definisi Pencegahan tersier
2.      Mahasiswa Mampu memahami Contoh pencegahan tersier dalam keperawatan keluarga
3.      Mahasiswa Mampu Memahami tentang Hubungan Pencegahan tersier dalam keperawatan keluarga


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Defenisi Pencegahan Tersier
Dalam perawatan komunitas/keluarga Tingkatan Pencegahan / Preventif Dalam Praktik Kesehatan Komunitas, kita menggunakan 3 tingkatan pencegahan, yaitu :
a.       Pencegahan Primer
b.      Pencegahan Sekunder
c.       Pencegahan Tersier
Dalam kebutuhan manusia berdasarkan tingkat kepentingan / prioritas, Kebutuhan Tersier / Mewah / Lux Kebutuhan tersier atau kebutuhan mewah adalah kebutuhan yang biasanya dipenuhi setelah kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder dipenuhi. Contoh kebutuhan tersier adalah kebutuhan akanmobil, alat rumah tangga mewah, dan perhiasan mahal.
Dalam keperawatan keluarga, Pencegahan Tersier adalah pecegahan yang dilakukan jika penyakit atau kondisi tertentu telah menyebabkan kerusakan pada individu membatasi kecacatan dan merehabilitsi atau meningkatkan kemampuan masyarakat semaksimal mungkin.
Menurut model system Neuman, onsep utama yang terdapat pada model Neuman, meliputi: stresor, garis pertahanan dan perlawanan, tingkatan pencegahan, lima variabel sistem klien, struktur dasar, intervensi dan rekonstitusi (.Tingkatan pencegahanTingkatan pencegahan ini membantu memelihara keseimbangan yang terdiri dari pencegahan primer, sekunder dan tersier. Pencegahan Tersier Dilakukan setelah sistem ditangani dengan strategi-strategi pencegahan sekunder.
Pencegahan tersier difokuskan pada     perbaikan kembali ke arah stabilitas sistem klien secara optimal. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat resistansi terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali atau regresi, sehingga dapat mempertahankan energi. Pencegahan tersier cenderung untuk kembali pada pencegahan primer .
B.     Contoh pencegahan tersier dalam keperawatan keluarga
Dalam model system neumen dimana pencegahan tersier dalam keperawatan keluarga lebih memperkuat resistansi terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali atau regresi, sehingga dapat mempertahankan energi. Pencegahan tersier cenderung untuk kembali pada pencegahan primer .dimana Strateginya mencakup :
1.      Immunisasi
2.      pendidikan kesehatan
3.      olah raga dan
4.      perubahan gaya hidup.
Contoh pencegahan tersier yakni
1.      rehabilitasi pada penderita-penderita poliomyelitis
2.      Stroke
3.      Pecandu narkoba, dan pembatasan kecacatan dan rehabilitasi.
C.     Hubungan Pencegahan tersier dalam keperawatan keluarga
Perawatan kesehatan menurut Ruth B. Freeman (1961) adalah sebagai suatu lapangan khusus di bidang kesehatan, keterampilan hubungan antar manusia dan keterampilan berorganisasi diterapkan dalam hubungan yang serasi kepada keterampilan anggota profesi kesehatan lain dan kepada tenaga sosial demi untuk memelihara kesehatan masyarakat.
Oleh karenanya perawatan kesehatan masyarakat ditujukan kepada individu-individu, keluarga, kelompok-kelompok yang mempengaruhi kesehatan terhadap keseluruhan penduduk, peningkatan kesehatan, pemeliharaan kesehatan, penyuluhan kesehatan, koordinasi dan pelayanan keperawatan berkelanjutan dipergunakan dalam pendekatan yang menyeluruh terhadap keluarga, kelompok dan masyarakat.
Keperawatan komunitas perlu dikembangkan di tatanan pelayanan kesehatan dasar yang melibatkan komunitas secara aktif, sesuai keyakinan keperawatan komunitas. Sedangkan asumsi dasar keperawatan komunitas menurut American Nurses Assicoation (ANA, 1980) didasarkan pada asumsi:
1.      Sistem pelayanan kesehatan bersifat kompleks
2.      Pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tersier merupakan komponen pelayanan kesehatan
3.      Keperawatan merupakan sub sistem pelayanan kesehatan, dimana hasil pendidikan dan penelitian melandasi praktek.
4.      Fokus utama adalah keperawatan primer sehingga keperawatan komunitas perlu dikembangkan di tatanan kesehatan utama.
Maka dengan adanya pencegahan tersier yang mengcangkup menghambat atau  mengembalikan individu kepada tingkat berfungsi yang optimal dari ketidakmampuannya. Dan semua itu merupakan Alasan Perawatan Keluarga, Secara psikologis orang yang sakit lebih senang dirawat di rumah sendiri., Dapat menghemat waktu dan biaya. Dirawat oleh anggota keluarga sendiri dapat mempercepat penyembuhan. Dengan promosi, preventif, kuratif, dan rehabilitative dapat memberikan penyembuhan dengan mengutamakan keperawatan mandiri yang dilakukan oleh anggota keluarga penderita.



BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
Masyarakat atau komunitas adalah menunjuk pada bagian masyarakat bertempat tinggal disuatu wilayah (dalam arit geografi dengan batas-batas) tertentu, dimana yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar dari anggota-anggotanya, dibandingkan dengan penduduk diluar batas wilayahnya. ( Oerdjono Soekanto ;1982 )
Masyarakat merupakan sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga dapat mengorganisasikan diri dan berpikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu. ( Linton ;1936 )
Dalam kebutuhan manusia berdasarkan tingkat kepentingan / prioritas, Kebutuhan Tersier / Mewah / Lux Kebutuhan tersier atau kebutuhan mewah adalah kebutuhan yang biasanya dipenuhi setelah kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder dipenuhi. Contoh kebutuhan tersier adalah kebutuhan akanmobil, alat rumah tangga mewah, dan perhiasan mahal.
Dalam keperawatan keluarga, Pencegahan Tersier adalah pecegahan yang dilakukan jika penyakit atau kondisi tertentu telah menyebabkan kerusakan pada individu membatasi kecacatan dan merehabilitsi atau meningkatkan kemampuan masyarakat semaksimal mungkin.
Menurut model system Neuman, onsep utama yang terdapat pada model Neuman, meliputi: stresor, garis pertahanan dan perlawanan, tingkatan pencegahan, lima variabel sistem klien, struktur dasar, intervensi dan rekonstitusi (.Tingkatan pencegahanTingkatan pencegahan ini membantu memelihara keseimbangan yang terdiri dari pencegahan primer, sekunder dan tersier. Pencegahan Tersier Dilakukan setelah sistem ditangani dengan strategi-strategi pencegahan sekunder.
Pencegahan tersier cenderung untuk kembali pada pencegahan primer .dimana Strateginya mencakup :
1.      Immunisasi
2.      Pendidikan kesehatan
3.      Olah raga dan  
4.      Perubahan gaya hidup.
Contoh pencegahan tersier yakni
1.      rehabilitasi pada penderita-penderita poliomyelitis
2.      Stroke.
3.      Pecandu narkoba, dan pembatasan kecacatan dan rehabilitasi.


DAFTAR PUSTAKA

http://pmr43.webs.com/perawatankeluarga.htm, Diakses pada tanggal 3 Juni 3013. Jam 20.00 Wita.

http://iksirjauhari.blogspot.com/2013/05/teori-betty-neuman-kep-keluarga.html, Diakses pada tanggal 3 Juni 3013. Jam 20.00 Wita.

http://keperawatanpapua-uncen.blogspot.com/2012/07/askep-komunitas.htmlDiakses pada tanggal 3 Juni 3013. Jam 20.00 Wita.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar