Rabu, 12 Juni 2013

Promotif dan preventativ dalam keperawatan komunitas I

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pembangunan kesehatan ke depan diarahkan pada peningkatan upaya promotif dan preventif, di samping peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, utamanya penduduk miskin. Peningkatan kesehatan masyarakat, meliputi upaya pencegahan penyakit menular ataupun tidak menular, dengan cara memperbaiki kesehatan lingkungan, gizi, perilaku, dan kewaspadaan dini.
Pelayanan kesehatan dan pendidikan kesehatan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi dapat dilakukan dengan berdasarkan tingkat pencegahan sebagai upaya promotif dan preventif.

B.     Tujuan
Makalah ini saya buat untuk menambah wawasan kepada mahasiswa untuk mengetahui mengenai pengertian dari promotif dan preventif serta upaya promotif dan preventif kesehatan keluarga di Indonesia.
1.      Makalah ini kami buat agar mahasiswa mengetahui kondisi kesehatan keluarga di Indonesia
2.      Makalah ini kami buat agar mahasiswa mengetahui upaya promotif dan preventif kesehatan keluarga di Indonesia.
C.     Rumusan Masalah
1.      Pengertian Promotif dan Preventif.
2.      Contoh  promotif dan preventif.
3.      Hubungan promotif dan preventif dengan keperawatan keluarga.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Devinisi Promotif dan Preventif
1.      Promotif
Menurut UU 36/2009 tentang Kesehatan. Pelayanan kesehatan promotif adalah suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promosi kesehatan. 
Promotif Kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, dan sosial, maka masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya (lingkungan fisik, sosial budaya dan sebagainya). (Ottawa Charter,1986).
Promotif kesehatan adalah upaya meningkatkan kemampuan kesehatan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mampu berperan secara aktif dalam masyarakat sesuai sosial budaya setempat yang didukung oleh kebijakan public yang berwawasan. (Depkes RI)
Promotif kesehatan adalah kombinasi berbagai dukungan menyangkut pendidikan, organisasi, kebijakan dan peraturan perundangan untuk perubahan lingkungan dan perilaku yang menguntungkan kesehatan (Green dan Ottoson,1998).
Adapun Tujuan dilakukanya Promotif kesehatan diantaranya untuk meningkatkan kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan melakukan kegiatan: (Mubarak,2006).
a.       Penyuluhan kesehatan
b.      Peningkatan gizi
c.       Pemeliharahaan kesehatan perorangan
d.      Pemeliharaan kesehatan lingkungan
e.       Olahraga teratur, rekreasi dan
f.       Pendidikan seks.
2.      Preventif
Upaya preventif adalah sebuah usaha yang dilakukan individu dalam mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan. Prevensi secara etimologi berasal dari bahasa latin,pravenire yang artinya datang sebelum atau antisipasi atau mencegah untuk tidak terjadi sesuatu. Dalam pengertian yang sangat luas, prevensi diartikan sebagai upaya secara sengaja dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan, kerusakan, atau kerugian bagi seseorang atau masyarakat (Notosoedirjo dan Latipun, 2005 : 145 ).
Upaya preventif untuk mencegah terjadinya penyakit dan gangguan kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat melaluikegiatan imunisasi, pemeriksan kesehatan berkalamelalui posyandu, puskesmas dan kunjungan kerumah, pemberian vitamin A, iodium.
Upaya preventif adalah sebuah usaha yang dilakukan individu dalam mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan. Prevensi secara etimologi berasal dari bahasa latin, pravenire yang artinya datang sebelum atau antisipasi atau mencegah untuk tidak terjadi sesuatu. Dalam pengertian yang sangat luas, prevensi diartikan sebagai upaya secara sengaja dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan, kerusakan, atau kerugian bagi seseorang atau masyarakat (Notosoedirjo dan Latipun, 2005 : 145 ).
B.     Contoh  promotif dan preventif
1.      Promotif
a.       Memberikan informasi tentang imunisasi pada ibu-ibu yang memiliki bayi, informasi tersebut meliputi manfaat, efek samping, jenis-jenis imunisasi dan akiba jika tidak dilakukan imunisasi pada bayi
b.      Penyuluhan tentang kesehatan lansia.
c.       Pemberian Informasi kepada masyarakat tentang bahaya merokok, serta dampak yang akan ditimbulkanya.
d.      Pemberian Informasi tentang betapa pentingnya manfaat imunisasi bagi anak.
e.       Memberikan Informasi cara-cara perawatan yang benar dan tepat kepada anggota keluarga yang sakit, agar mampu memberikan perawatan mandiri kepada keluarganya yang mengalami masalah kesehatan.
2.      Preventif
a.       Imunisasi terhadap bayi dan anak balita.
b.      Pemeriksaan kesehatan secara berkala melalui posyandu, puskesmas, maupun kunjungan rumah.
c.       Posyandu untuk penimbangan dan pemantauan kesehatan masyarakat.
d.      Pemberian Vitamin A, Yodium melalui posyandu, puskesmas, maupun dirumah
e.       Pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan.
f.       Pemeriksaan secara rutin dan berkala pada lansia.
C.     Hubungan Promotif dan Preventif dengan keperawatan keluarga.
Promotif dan Preventif dalam keperawatan keluarga atau komunitas sangat lah penting dimana disini focus utama dalam keperawatan komunitas adalah peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, dengan adanya perawat sebagai pemberi informasi dan meberikan pertolongan terhadap keluarga. Dalam hal ini perawat perlu memberikan pembelajaran terhadap keluarga tengtang penanganan penyakit maupun pencegahan penyakit sesui kemampuan keluarga. Dimana dengan  pemberian informasi yang tepat, akurat, dan dapat diserap dengan baik oleh anggota keluarga agar perawatan terhadap anggota keluarganya diharapkan semaksimal munkin.
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Menurut UU 36/2009 tentang Kesehatan. Pelayanan kesehatan promotif adalah suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promosi kesehatan. 
preventif diartikan sebagai upaya secara sengaja dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan, kerusakan, atau kerugian bagi seseorang atau masyarakat (Notosoedirjo dan Latipun, 2005 : 145 ).
Promotif dan Preventif dalam keperawatan keluarga atau komunitas sangatlah penting dimana disini focus utama dalam keperawatan komunitas adalah peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, dengan adanya perawat sebagai pemberi informasi dan meberikan pertolongan terhadap keluarga. Dimana dengan  pemberian informasi yang tepat, akurat, dan dapat diserap dengan baik oleh anggota keluarga agar perawatan terhadap anggota keluarganya diharapkan semaksimal munkin.
B.     Saran
Penulis menyarankan kepada para pembaca bahwa saya dari penulis menerima dengan lapang dada segala kritikan dan saran yang bersifat membangun demi sempurnanya makalah in. dan menyarankan kepada para pembaca hendaknya tidak hanya mengambil satu reperensi dari makalah ini saja dikarenakan saya dari penulis menyadari bahwa makalah ini hanya mengambil reperensi dari beberapa sumber saja.

DAFTAR PUSTAKA

http://santibarlian.blogspot.com/2011/04/melaksanakan-upaya-promotif-dan.html, Diakses pada tanggal 2 Juni 2013, Pukul 21.00 Wita.



1 komentar: